Sepakbola Indonesia

Semua Tentang Sepakbola Indonesia

Analisa Matematis Pra Piala Dunia 2008-Indonesia vs Syria-1

Ditulis oleh MasIndra di/pada November 17, 2007

Dalam undian babak II penyisihan region Asia, Indonesia (125 rangking FIFA terbaru) berhadapan dengan Suriah atau dalam bahasa internasional disebut dengan Syria (126 rangking FIFA terbaru). Indonesia diunggulkan di tempat ke16 sedangkan Syria di tempat ke 12. Maaf mungkin sedikit terlambat, namun saya akan mencoba memberi sedikit perhitungan secara matematis (meskipun kata orang bola itu bundar, sehingga tidak bisa dihitung secara matematis) peluang timnas sepakbola Indonesia menghadapi Syria (saya sebut Syria saja ya..). Dan harapannya tentu saja lolosnya kesebelasan kesayangan ke babak selanjutnya dimana tim-tim besar Asia sudah menanti.

Babak I pra-Piala Dunia 2008
Pada undian babak I, Indonesia sebenarnya dipertemukan dengan Guam. Namun karena Guam mengundurkan diri maka secara otomatis Indonesia langsung lolos ke babak II. Sedangkan Syria berhadapan dengan Afghanistan di babak I. Syria pada pertandingan pertama yang menggunakan sistem home and away ini mengalahkan Afghanistan 3-0 di kandangnya, Aleppo International Stadium, Damaskus. Gol Syria tercipta di babak kedua oleh Mohamed Al Zeno (Al Majd, Syria) (73, 83 pen) dan Maher Al Sayed (Al Wahda, Syria) (80 pen), keduanya berposisi sebagai striker/penyerang.

Sedangkan pada pertandingan kedua yang berlangsung di Republican Central Stadium, Dushanbe, Tajikistan (karena pertandingan tidak dapat dilakukan di Afghanistan), Syria kembali menundukkan lawannya dengan skor 2-1. Kali ini gol Syria diciptakan oleh Aatef Jenyat (Al Karamah, Syria) (16) dan Feras Esmaeel (Al Karamah, Syria) (63), keduanya pemain tengah. Sebelumnya Afghanistan sempat unggul lebih dahulu pada menit ke15 oleh Obaidullah Karimi.

Nampaknya Indonesia harus berhati-hati dengan pemain tengah dan striker Syria. Dan yang lebih patut diwaspadai adalah tekanan suporter di Syria karena dua (2) gol yang terjadi di kandang mereka adalah berkat hadiah penalti dari wasit. Syria tampaknya terbiasa menggunakan pola 4-4-2, dimana yang patut diwaspadai adalah serangan dari sayap mereka untuk melakukan tusukan dan umpan lambung ke area penalti. Namun lini kedua timnas Syria juga tidak boleh dianggap remeh karena dua gol di leg kedua diciptakan oleh pemain tengah mereka.

Kekuatan Syria
Syria patut diwaspadai karena pada tahun 2005, tim U-20 mereka mampu melaju ke babak 16 besar Piala Dunia U-20, bahkan mereka mampu mengalahkan Italia 2-0 dan terhenti langkahnya dengan hanya kalah dari Brasil 0-1. Beberapa pemain eks Piala Dunia U-20 tahin 2005 ini akan ikut dalam pertandingan yang akan berlangsung di Jakarta (9 November 2007) dan Damaskus (18 November 2007). Pemain yang patut diwaspadai dari eks U-20 2005 adalah Majed Al Haj (Al Jaish, Syria).

Tim senior mereka juga mempunyai rekor bertanding yang tidak terlalu buruk, bahkan boleh dibilang baik. Pada tahun 2007 ini Syria melakukan beberapa pertandingan diantaranya hanya kalah 1-2 dari Arab Saudi dalam pertandingan persahabatan yang digelar di Damman, Arab Saudi. Di babak kualifikasi Piala Asia 2007 lalu, Iran dan Korea Selatan bahkan mampu mereka imbangi dengan skor 1-1 padahal bertanding di Teheran, Iran dan di Seoul, Korea. Sayang di kandang sendiri mereka kalah dari kedua tim tersebut, sehingga Syria tidak lolos ke putaran final Piala Asia. Bandingkan dengan Indonesia yang kalah dari Korea Selatan 0-1 di perhelatan Piala Asia 2007.

Harapan memang besar, dengan adanya euforia akibat semangat pemain-pemain timnas Indonesia di Piala Asia 2007 yang lalu. Namun menganggap enteng lawan pasti hanya akan menjadi bumerang bagi timnas kita. Kolev harus menghilangkan kebiasaan buruknya yang tidak berani melakukan pergantian terhadap tim utama, eksperimen dan inovasi merupakan kekuatan pelatih dalam membangun sebuah tim.

Prakiraan Pemain:

Syria (4-4-2)

GK. Mosab Balhous (Al-Karamah)
DF. Ali Dyab (Al Majd)
DF. Khaled Mansor Al Baba (Al Taliya)
DF. Feras Esmaeel (Al-Karamah)
DF. Bakri Tarab (Al-Ittihad)
MF. Jehad Alhoussain (Al-Karamah)
MF. Mootassem Alaya (Al-Wahda)
MF. Maher Al Sayed (Al-Wahda)
MF. Wael Ayan (Al-Ittihad)
FW. Ziad Chaabo (Al-Karamah)
FW. Mohamed Al Zeno (Al Majd)

Indonesia (4-3-3)

GK. Markus Horison (PSMS)
DF. Ricardo Salampessy (Persipura)
DF. M. Ridwan (PSIS)
DF. Charis Yulianto (Sriwijaya FC)
DF. Maman Abdurahman (PSIS)
MF. Ponaryo Astaman (Arema Malang)
MF. Firman Utina (Persita)
MF. Mahyadi Panggabean (PSMS)
FW. Elie Aiboy (Arema Malang)
FW. Budi Sudarsono (Persik)
FW. Bambang Pamungkas (Persija)

Artikel ini dapat anda baca di:

masindra.wordpress.com

www.lintasberita.com

Satu Tanggapan ke “Analisa Matematis Pra Piala Dunia 2008-Indonesia vs Syria-1”

  1. fajar berkata

    TIM INDONESIA BODOH SEKALI KALAH DARI SYIRIA DENGAN AGREGAT 11-I

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>